Senin, 28 November 2011

Usaha Kecil Menegah produk sepatu CV. KENZHIP



DATA PERUSAHAAN
·         Nama perusahaan     :CV. KENZHIP
·         Nama Pemilik        :HERMAN MAULANA
·         Perizinan           :-
·         Lokasi              :Jl. Cibaduyut no.44 Bandung
·         Nama Produk         :Sepatu
·         Kegunaan            :Sebagai pelindung kaki
·         Bahan produk        :Kulit, Karet, benang, alas, tali
·         Lamanya Berusaha    :5 tahun
·         Harga jual          :Rp 40.000 – Rp 120.000
·         Wilayah pemasaran   :Pedagang di
Cibaduyut(Bandung),Cimahi, Purwakarta, Jakarta
·         Sistem Produksi     : Make to Order
·         Jumlah karyawan     : 10 orang









SEJARAH PERUSAHAAN
CV. KENZHIP
CV. KENZHIP didirikan oleh bpk. Herman Maulana bersama keluarganya. Perusahaan ini didirikan oleh beliau pada tanggal 20 Agustus 2004,  beralamat bersebelahan dengan tempat tinggal beliau di Jl. Cibaduyut No. 44 Bandung. Dalam struktur organisasi perusahaan, dalam pendudukan jabatan/karyawan sebagian besar ditempati oleh anggota keluarga, sisanya ditempati oleh tetangga dan tenaga ahli.


Gambar 1. Struktur Organisasi CV. KENZHIP












Deskripsi Sistem
CV. Kenzhip berproduksi dalam bidang fashion (pembuatan sepatu). Desain yang dibuat berdasarkan keinginan rancangan pemesan. Bahan baku didapat dari perusahaan bahan baku sepatu di cibaduyut dan juga pada salah satu rekan kerja Bpk. Herman di garut. Dalam pemasarannya CV. Kenzhip menetapkan harga sebesar Rp 40.000 – Rp 120.000. Harga ditentukan berdasarkan ukuran, desain dan kualitas.

HUBUNGAN FISIK DAN REKAYASA
         Produk pole pemancar ini mempunyai 2 komponen utama yaitu, pole bottom side dan pole upper side.
         Komponen-komponen pendukung yaitu Step Ladder, Base Plate, Plate Stripe, Flange Stripe dan Penangkal Petir.
         Pole Bottom Side besi hitam (PIPE Ø 5 inch Thick 5 mm)
         Pole Upper Side besi hitam (PIPE Ø 4 inch Thick 5 mm)
         Mesin-Mesin Proses Produksi yang digunakan
·      Mesin Potong / Cutting (A30P BF)
Mesin potong (A30P BF), merupakan mesin pemotongan suatu bahan yang mempunyai kecepatan putar 3.900 rpm
·      Mesin las listrik
Mesin las listrik, merupakan mesin yang berfungsi untuk menyatukan dua komponen atau lebih.
·      Mesin bor tangan / Pierching (HSS)
Mesin bor tangan, merupakan mesin yang berfungsi untuk membuat lubang pada permukaan produk / komponen.
·      Alat Tekuk / Bending
Alat tekuk, merupakan alat yang berfungsi menekukkan besi ulir.
         produk pole pemancar 6 m.

PRODUK DENGAN KEPRESISIAN TINGGI & MEMERLUKAN KETERAMPILAN TENAGA KERJA
-          Produk pole pemancar, memiliki dimensi ukuran yang sesuai  dengan keinginan konsumen.
-          Kepresisian diukur dengan meteran.
-          Keterampilan tenaga kerja yang harus dimiliki yaitu operator setiap mesin harus mampu menjalankan mesin dengan baik dan dapat dikatakan ahli atau ada  keterampilan khusus yang dimiliki pekerja.

Produksi Masal dari Komponen Khusus/ Produk Akhir
-          Pada produk pole pemancar ini memproduksi sesuai dengan pesanan atau make to order.
PRODUK DIBUAT DALAM JUMLAH KECIL
-          Pada produk pole pemancar, dibuat bervariasi ada ukuran kecil, sedang, dan besar berdasarkan selera konsumen atau sesuai keinginan konsumen.
-          PT. Maxima Cipta Intergrasi tidak mempunyai pasar khusus dan dibuat dengan jumlah sangat terbatas, karena sistem produksinya make to order.
FAKTOR LOKASI DAN ONGKOS TRANSFER
-          Skala pabrik cenderung terbatas untuk produk-produk dengan ongkos transfer yang mahal.
-           Produk khusus dengan rancangan inovatif dan canggih yaitu contoh usaha kecil industri elektronika hilir.
KARAKTERISTIK  LINGKUNGAN  MIKRO
  1. PERUSAHAAN
-       Manajemen  : strategi usaha ini untuk jangka panjang yaitu memunculkan ide yang lebih kreatif dan inovatif.  Dengan meningkatkan kualitas serta menambah kegunaan dari produk tersebut.
-       Keuangan  : anggaran modal sesuai yang dibutuhakan dalam usaha ini. Selebihnya dikelola oleh bagian keuangan.
-       Logistik     : pembelian bahan baku di dapat dari daerah tertentu, serta dari  pemasok.
-       Akunting     : Laporan keuangan diatur oleh Bagian keuangan.
  PEMASOK
-          Bahan Baku : Pipe, besi, dan tembaga
-          Tenaga Kerja : pelaku produksi  berpengalaman karena pembuatan produk ini sudah menjadi kepentingan dalam hal telekomunikasi.
-          Fasilitas : Disediakan oleh perusahaan.
3.      PELANGGAN
-            Konsumen  : pemesan banyak dari pedagang-pedagang di daerah pasar cibaduyut.
-            Penjual        : perusahaan ini tidak menggunakan agen.
PERANTARA PEMASARAN
-          Agen     : tidak pernah pakai
-          Agen Jasa Pemasaran : perantara agen perjalanan ( travel)
-          Pesaing: jumlah pesaing relatif banyak.
KARAKTERISTIK  LINGKUNGAN  MAKRO
  1. Ekonomi
-          Tingkat Pendapatan: harga sesuai dengan permintaan pasar, dengan banyak nya permintaan dan kedatangan konsumen ke PT. Maxima Cipta Intergrasi maka perputaran uangnya pun akan cepat.
-          Stabilitas Harga   : harga sangat dipengaruhi biaya produksi.
2. Alam
-          Bahan Mentah  : produk pole pemancar ini Tidak tergantung pada alam, kecuali untuk penyesuaian sinyal.
-          Biaya Energi       : relatif mahal.
KARAKTERISTIK KONSUMEN
  1. Geografi
  1. Wilayah: Pemasaran produk dalam negeri dan luar negeri.
2. Demografi
  1. Besarnya keluarga : 1-3 org
  2. Pekerjaan : Semua pekerjaan.
3. Fisikografi
  1. Kelas sosial : Semua kalangan.
  2. Gaya hidup : Sederhana, dll.
4. Perilaku
  1. Saat membeli : peristiwa reguler
  2. Manfaat yang dicari : mutu.
  3. Tingkat penggunaan : Pemakaian dalam jumlah sedikit dan sedang.
  4. Loyalitas : cukup loyal.
  5. Sikap terhadap produk : positif.
  1. Jenis pelanggan
  1. Konsumen : individu dan intansi.
         KONDISI PERSAINGAN
  1. Identifikasi pesaing
a. Persaingan Produk: banyak persaingan.
b. Persaingan Merk : ada persaingan dalam merk.
2. Strategi pesaing
  1. Strategi Pemasaran : Konsumen mendatangi CV. KINZHIP tersebu(langganan).
  2. . Strategi Produksi : make to order, karena sesuai dengan pesanan konsumen.


















PETA PROSES OPERASI

Urutan Proses Produksi
Gambar 3.5 Urutan Proses Produksi
   Berikut ini adalah penjelasan urutan proses produksi komponen produk Pole Pemancar 6 m :
  Pole Bottom Side besi hitam (PIPE Ø 5 inch Thick 5 mm). Proses yang dilakukan antara lain :
a.     Pemotongan
Proses pemotongan ini dilakukan dikarenakan bahan baku awalnya berukuran panjang 6 m. Dibuat menjadi 2 bagian dengan masing-masing panjang sebesar 3 m dengan menggunakan mesin potong (A30P BF) .
b.     Pelubangan
Setelah proses pemotongan, dilakukan proses pelubangan untuk dudukan step ladder di pipa besi dengan menggunakan mesin bor tangan (HSS) Ø 13 mm.
c.     Pengelasan
Pengelasan dilakukan untuk menyatukan komponen utama dengan komponen pendukung lainnya. Dilakukan dengan menggunakan mesin las listrik.
d.     Galvanis
Setelah tiga proses diatas dilakukan maka proses selanjutnya adalah melakukan proses galvanis (celup timah) dengan maksud agar pole pemancar ini dapat bersifat isolator.
e.     Finishing
Proses terakhir adalah membersihkan dan menghaluskan permukaan produk.

·     Komponen pendukung Pole Bottom Side
  Komponen Pole Bottom Side merupakan komponen yang berfungsi sebagai penyangga dari beberapa komponen lainnya, diantaranya :
1.     Step Ladder
Berfungsi sebagai pijakan pada pole pemancar dengan panjang 150 mm. Bahan baku yang digunakan adalah besi ulir Ø  12 mm.
Gambar 3.6 Step Ladder Bottom Side
2.     Base Plate
Berfungsi sebagai alas berdirinya pole pemancar ini berbentuk persegi dengan ukuran 600 x 600 mm. Bahan baku yang digunakan adalah plat besi hitam dengan tebal 12 mm.
Gambar 3.7 Base Plate Bottom Side

3.     Plate Stripe
Berfungsi sebagai penyokong pole bottom side pada base plate dengan panjang 235 mm. Bahan baku yang digunakan adalah plat besi hitam dengan tebal 12 mm.
Gambar 3.8 Plate Stripe Bottom Side
4.     Flange Plate
Berfungsi untuk sambungan antara pole bottom side dengan pole upper side dengan ukuran Ø 250 mm. Bahan baku yang digunakan adalah plat besi hitam dengan tebal 12 mm.
Gambar 3.9 Flange Plate Bottom Side

Pole Upper Side besi hitam (PIPE Ø 4 inch Thick 5 mm). Proses yang dilakukan antara lain :
a.  Pemotongan
  Proses pemotongan ini dilakukan dikarenakan bahan baku awalnya berukuran panjang 6 m. Dibuat menjadi 2 bagian dengan masing-masing panjang sebesar 3 m dengan menggunakan mesin potong (A30P BF) .
b.  Pelubangan
  Setelah proses pemotongan, dilakukan proses pelubangan untuk dudukan step ladder di pipa besi dengan menggunakan mesin bor tangan (HSS) Ø 13 mm.
c.  Pengelasan
  Pengelasan dilakukan untuk menyatukan komponen utama dengan komponen pendukung lainnya. Dilakukan dengan menggunakan mesin las listrik.
d.  Galvanis
Setelah tiga proses diatas dilakukan maka proses selanjutnya adalah melakukan proses galvanis (celup timah) dengan maksud agar pole pemancar ini dapat bersifat isolator.
e.  Finishing
Proses terakhir adalah membersihkan dan menghaluskan permukaan produk.
·   Komponen pendukung Pole Upper Side
  Komponen Pole Upper Side merupakan komponen yang berfungsi sebagai penyangga dari beberapa komponen lainnya, diantaranya :
1. Step Ladder
Berfungsi sebagai pijakan pada pole pemancar dengan panjang 150 mm. Bahan baku yang digunakan adalah besi ulir Ø  12 mm.
Gambar 3.10 Step Ladder Upper Side
2. Plate Stripe
Berfungsi sebagai penyokong pole upper side pada flange plate dengan panjang 75 mm. Bahan baku yang digunakan adalah plat besi hitam dengan tebal 12 mm.
Gambar 3.11 Plate Stripe Upper Side
3. Flange Plate
Berfungsi untuk sambungan antara pole bottom side dengan pole upper side dengan ukuran Ø 250 mm. Bahan baku yang digunakan adalah plat besi hitam dengan tebal 12 mm.
Gambar 3.12 Flange Plate Upper Side
4. Penangkal Petir
Berfungsi sebagai isolator untuk menetralkan arus listrik apabila petir menyambar Pole Pemancar. Penangkal petir ini sendiri berbahan tembaga dan mempunyai panjang 500 mm.
Gambar 3.13 Penangkal Petir






Mesin-Mesin Proses Produksi
·     Mesin Potong / Cutting (A30P BF)
Mesin potong (A30P BF), merupakan mesin pemotongan suatu bahan yang mempunyai kecepatan putar 3.900 rpm
·      Mesin las listrik
Mesin las listrik, merupakan mesin yang berfungsi untuk menyatukan dua komponen atau lebih.
·     Mesin bor tangan / Pierching (HSS)
Mesin bor tangan, merupakan mesin yang berfungsi untuk membuat lubang pada permukaan produk / komponen.
·     Alat Tekuk / Bending
Alat tekuk, merupakan alat yang berfungsi menekukkan besi ulir.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar